Mengenal Kebudayaan Tionghoa Lewat Xiao International Culture Week

Acara yang baru pertama kali diselenggarakan ini, merupakan gagasan dari salah satu marga terbesar di Tiongkok dan juga memiliki sejarah panjang, yaitu Xiao. Selain untuk mengenalkan salah satu kekayaan budaya Tionghoa, acara ini juga bertujuan untuk memajukan serta mempertahankan eksistensi marga Xiao yang ada di Indonesia dan dunia.

“Ini pertama kali marga Xiao buat event culture week di dunia. Saya mengundang senior marga Xiao dari seluruh dunia ke Indonesia. Kita berharap ini sebagai embrio agar budaya Xiao bisa berkembang,” ucap Johnnie Sugiarto selalu Ketua Umum Marga Xiao Internasional dalam acara pembukaan ‘Xiao International Culture Week’ di Jakarta, Kamis (14/9).

Dalam acara ini, Sobat GoHitz bisa melihat berbagai pameran kesenian serta kebudayaan asli masyarakat etnis Tionghoa melalui berbagai booth yang ada. Acara ini, juga mengundang ketua-ketua marga Xiao dari 15 negara yang ada di seluruh dunia untuk berkumpul dalam satu wadah untuk mendalami budaya Tionghoa di Indonesia.

‘Xiao International Culture Week’ ini, juga didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Acara ini juga sebagai rangkaian untuk menyambut konferensi internasional marga Xiao ke-11 yang akan diselenggarakan di Indonesia pada 2018 mendatang.

“Saya berharap kedepannya semua negara bisa membuat culture week serupa di negaranya sehingga kebanggan tersebut bisa diketahui oleh anak dan cucu kedepannya,” tutup Johnnie yang juga merupakan Founder & Chairman ELJOHN Indonesia.

The First Xiao International Culture Week: Indonesia-Tionghoa Memiliki Keterikatan Budaya, Ini Buktinya

Etnis Tionghoa adalah satu etnis yang memiliki kebudayaan yang sangat kaya. Tidak bisa dipungkiri, hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh kebudayaan Tionghoa.

Kebudayaan ini merupakan salah satu pembentuk dan bagian integral yang tak terpisahkan dari kebudayaan Indonesia sekarang ini. Kebudayaan Tionghoa di Indonesia walau berakar dari budaya leluhur, namun sangat bersifat lokal dan mengalami proses asimilasi dengan kebudayaan lokal lainnya.

Terinspirasi dari pemikiran tersebut, muncul gagasan untuk menampilkan dan memperkenalkan budaya Tionghoa berkonsep modern dan lebih terbuka dengan kebudayaan Indonesia melalui “The First Xiao International Culture Week”.

Acara yang berlangsung selama empat hari ke depan ini diselenggarakan dan diprakarsai langsung oleh salah satu clan/marga terbesar di Tiongkok, yaitu marga Xiao Internasional. Hal ini dilakukan untuk memajukan dan mempertahankan eksistensi marga Xiao yang ada di Indonesia.

Founder & Chairman EL JOHN Indonesia sekaligus Ketua Umum Marga Xiao Internasional, Johnnie Sugiarto, menggawangi sebuah event budaya Tionghoa yang mencakup kuliner, kesenian, musik, bahasa, dan pakaian khas Tionghoa. Hal ini dilakukan agar marga Xiao yang ada di dunia semakin diperhatikan keanekaragaman kebudayaannya.

“Budaya telah memberikan nilai-nilai yang membuat hidup itu semakin bermanfaat dan rakyat di dunia juga bisa saling menghargai, bukan saling memusnahkan, oleh karena itu Xiao International Culture Week diselenggarakan,” jelas Johnnie di Jakarta, Kamis (14/9).

Sebagai informasi, The First Xiao Internasional Culture Week ini adalah salah satu program kerja Johnnie Sugiarto dan sekaligus event perkenalan untuk menyambut konfrensi internasional marga Xiao ke-11 yang akan diadakan di Indonesia 2018 mendatang.

Nantinya, dalam acara ini banyak ketua-ketua marga Xiao dari 15 negara akan berkumpul dalam satu wadah untuk mendalami budaya Tionghoa di Indonesia agar lebih terbuka untuk lebih siap menghadapi konfrensi internasional.

Marga Xiao merupakan marga terbanyak ke-30 dari kurang lebih 500 marga Tionghoa yang ada di seluruh dunia. Menariknya, meski sudah ratusan tahun, tetapi marga Xiao merupakan salah satu budaya yang masih dilestarikan sampai saat ini. Marga Xiao telah 8 kali menjadi perdana menteri dan 27 kali menjadi raja dalam sejarah Tiongkok.

Di event yang berlokasi di L4, Neo Soho Mall, Jakarta Barat ini juga akan diramaikan oleh booth-booth seperti dari Kementerian Pariwisata Indonesia yang akan mempromosikan tempat-tempat wisata, khususnya wisata Tionghoa dan kekayaan budaya Indonesia. Selain itu, terdapat juga booth pameran kesenian dan kebudayaan asli masyarakat Tionghoa.